Selasa, 27 Maret 2012

Nabi dan RasulNya.

                                                                                                                                                   
                                                        Islam  dan  Para  NabiNya

I.  Nabi dan Rasul. 
Adapun Nabi seorang yang menerima wahyu untuk dirinya. Sedangkan Rasul, disamping menerima wahyu untuk dirinya, juga diwajibkan untuk menyampaikan wahyu itu kepada kaumnya dan umatnya. Seluruh Nabi dan Rasul itu telah menerima ilmu dari Allah Ta’ala melalui aqal dan hatinya, dengan bermacam cara antara lain disampaikan langsung kedalam hati, atau juga melalui Malaikat adanya.
Perlunya Nabi dan Rasul diutus ketengah-tengah Ummat.
Perlunya Allah Ta’ala mengangkat Nabi dan Rasul ditengah-tengah ummat adalah untuk menyampaikan perintah-perintah Allah Ta’ala dan segala larangan-larangan-Nya, dan memberi khabar kepa gembira kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal shalih.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala didalam Al-Qur’an :
“Wamaa nursilul-mursaliyna illa mubasy-syiriyna wamundzi-riyna, faman amana wa-ash-lahha falaa khaufun ‘alaiyhim walaahum yahhzanuna”.
Dan tidaklah Kami (Allah) mengutus seorang Rasul itu melainkan untuk memberi khabar gembira dan memberi peringatan.  Barang siapa beriman dan mengadakan kebaikkan, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati”. (QS.  Al-An’am. 48)   
Pengangkatan Nabi.
Kalau kita mengangkat suatu pemimpin akan dilakukan dengan cara pemilihan, atau memutuskan dengan cara suara terbanyak.  Dan biasanya seseorang itu diangkat menjadi pemimpin karena kepandaiannya, keturunannya atau hartanya kekayaannya dan sebagainya.
Akan tetapi kenabian itu adalah merupakan karunia Allah Ta’ala yang dianugerahkan pada hamba yang dikehendaki-Nya yang tidak bisa diperoleh dengan kemampuan ‘aqal, tidak bisa dicapai dengan usaha dan memperbanyak ketaatan, dan tidak pula diterima sebagai warisan.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an :
“Allahu yash-thafiy minal-malaa-ikati rusulaan waminan-nasi, innallaha samii-‘un bashiyrun”.
“Allah memilih utusan-utusan-Nya dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Hajj.  75)
Para Nabi dan Rasul yang wajib di imani.
Sebenarnya jumlah para Rasul dan Nabi itu banyak, namun yang wajib diimani dan yang terdapat dalam Al-Qur’an itu hanya dua puluh lima (25) Nabi.  Dan jumlah kedua puluh lima Nabi ini akan diterangkan riwayatnya sebagaimana apa yang termaktub didalam Al-Qur’an :
“Wa rasulaan qad qashash nahum ‘alaiyka min-qab-lu rasulanl-lam naq-shush-hum ‘alaiyka”.
Dan Kami (Allah) telah mengutus Rasul-rasul yang sungguh telah Kami (Allah) kisahkan tentang mereka, dan Rasul-rasul yang tidak Kami (Allah) kisahkan tentang mereka kepadamu”. (QS. An-Nisa.  164)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar