Kamis, 29 Maret 2012

Penciptaan langit dan bumi.

                                                                                                                     
                                                             Islam  dan  Para  NabiNya   

1Nabi  Adam  as.
Terciptanya langit dan bumi.
Sebelum Allah Ta’ala menciptakan  Adam sebagai manusia, Allah Jalla wa azza terlebih dahulu menciptakan langit dan bumi serta seisinya, mitsal gunung, lautan, segala macam tumbuh-tumbuhan dan aneka macam hewan, bintang sebagai hiasan langit, matahari  sebagai sumber panas, dan bulan sebagai penerang diwaktu malam. Allah Ta’ala menjadikan langit dan bumi serta seisinya itu hanya hitungan massa (hari).
Sebagaimana Allah Ta’ala mengatakan didalam Al-Qur’an :
“Inna rabba-kumullahul ladziy khalaqas-samaawati wal-ardha fii sittati aiyyaamin tsumma astawaa ‘alal-‘arsyi yurghsyil-laiylin nahaara yath-lubuhu, hha-tsi-tsan wasy-syamsa wal qamara wan-nuhujuma musakh-kharatim-bi-amrihi.  Alaa lahul-khalqu wal amru, tabaa rakallahu rabbu al ‘aalamiyna”.
“Sesungguhnya  Tuhan kamu ialah  Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam massa, lalu Dia (Allah) bersemayam di “arasy” (diatas segalanya). Dia (Allah) menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan dengan cepat , dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.  Ingatlah,  menciptakan dan memerintah hanyalah haq  Allah.  Maha Suci Allah,  Tuhan semesta alam”.  (QS.  Al-A’raf.  54).
Dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa, apabila Dia menghendaki atas sesuatu cukup mengatakan “Jadi” maka terciptalah apa yang dekehendakinya. Dan juga patut bagi kita untuk mengetahuinya, bahwa perhitungan satu hari atau massa disisi Allah Ta’ala bisa dikatakan lebih kurang seribu hari.
Sebagaimana Allah Ta’ala mengatakan didalam Al-Qur’an :
“Wa inna yauman ‘inda rabbika ka-alfi sanatinm-mimaa ta ‘udduwna”.
“Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun perhitunganmu”.  (QS.  Al-Hajj.  47).
“Ta’ rujul-malaaikatu warruu-hu ilaiyhi fii yaumin kana miqdaa-ruhu, khamsiyna  alfa sanatin”.
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima ribu tahun”.  (QS. Al-Ma’aarij. 4)
Sesudah Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi serta seisinya, barulah Allah, menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Makhluk  Allah, yang bernama malaikat itu terbuat dari Nur (cahaya), sebagaimana Adam terbuat dari (tanah liat).  Allah Ta’ala menciptakan malaikat itu lebih dahulu dari pada manusia (Adam).
Imam Muslim meriwayatkan dalam sebuah Hadist dari ‘Aisyah radiyallaaha ‘anha.  Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. bersabda :
“Khulqatil malaaikatu min nurin. wakhuliqatil-jannu min maa-rijin min naarin. wa khuliqa adamu mimma washifa lakum”.
“Malaikat itu diciptakan dari nur,  jin diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam dari apa yang telah diterangkan padamu semua”. (HR. Muslim.)  
 Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman didalam Al-Qur’an :
“Waidz qaala rabbuka lilmalaaikati innii jaa-‘ilun fil ardhi khalifahtan. Qaaluu ataj-‘alu fiiha man-yufsidu fiihaa wayasfikuld-dima-a wa nahh-nu nusabbi-hhu bi-hhamdika wa nuqaddisu laka. Qaala inni a’-lamu maala ta’lamuuna”. 
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat. “Sesungguhnya Aku (Allah) hendak menjadikan seorang Khalifaht dimuka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifaht) dibumi itu orang yang akan mmbuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Allah berfirman “Sesunggunya Aku (Allah) mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah. 30)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar