Islam dan Para NabiNya
Perkataan Malaikat kepada Nabi Adam a.s.
Tidaklah benar apa yang dikatakan oleh malaikat,
bahwa seluruhnya manusia dimuka bumi itu akan selalu membuat kerusakan,
keonaran dan berbunuh-bunuhan antara golongan yang satu dengan golongan lainnya.
Allah Ta’ala telah mengetahui bahwa tidaklah semuanya manusia itu suka
bersengketa, dan bunuh-bunuhan serta menumpahkan darah.
Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
akan segala sesuatu, dari perkara yang
paling kecil maupun yang besar,
karena Dia yang menjadikan
dan menentukan akhirnya. Apa saja yang Allah Ta’ala ciptakan dan perbuat tidak
satupun yang menjadi sia-sia. Hanya
ciptaannya (manusia) itu sendiri yang tidak atau belum mengetahuinya, itulah
renungan dari malaikat sesudah mendengar jawaban Allah
Ta’ala yang sangat berma’na.
Setelah sempurna kejadian manusia
(Adam), lengkap dengan daging dan tulang- belulangnya, setelah
Allah
Ta’ala tiupkan Ruh kedalam bentuk (diri) Adam, maka Allah Ta’ala memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk menghormati dan sujud kepada Adam
tersebut. Sujud dan penghormatan disini bukanlah berarti mnyembah Adam akan tetapi menghormati dan
memuliakan. Menghormati dan memuliakan
Adam, tidak dapat diartikan menghormati manusia atau anak cucu Adam. Tidak lama kemudian, bersujudlah semua para malaikat kepada Adam, dengan
penuh tawadhu’ dan
merendahkan diri.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala didalam Al-Qur’an :
“Idz qaala rabbuka lilmalaa-ikahti
inni khaliqun basyaranm-minthiynin. Faidzaa saw-waiytuhu, wanafakhtu fiyhi
minr-ruu-hhi faqa-‘uu lahu saajidiyna. Fasajadal-malaa-ikahtu kulluhum ajma-‘uuna”.
“{Ingatlah} ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : “Sesungguhnya Aku
akan menciptakan manusia dari tanah”. “Maka apabila telah Kusempurnakan
kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh {ciptaan} Ku ; maka hendaklah kamu
tertunduk sujud kepadanya”. “Lalu seluruh
malaikat-malaikat itu sujud
semuanya”. {QS. Shaad. 71-73}.
Kedudukan Adam sebagai Nabi.
Sebagai bekal untuk hidub didunia (bumi) sekaligus merupakan pemuliaan Allah terhadapnya, maka Allah
Ta’ala mengajarkan kepada Nabi Adam
a.s. bermacam-macam pengetahuan.
Yang mana hal ini adalah merupakan kelebihan Nabi Adam a.s. dari pada malaikat.
Malaikat sendiri yang
diciptakan sebelum Adam a.s. tidak diberi tahu tentang hal nama-nama benda
yang disekelilingnya tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala
didalam Al-Qur’an :
“Dan Dia {Allah} mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda)
seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebut-kanlah
kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar !”. Merka menjawab “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa
yang telah Engkau ajarkan kepada kami ; sesungguhnya Enkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana”.
{QS. Al-Baqarah. 31-32}.
Iblis menolak perintah untuk menghormati Adam.
Dikala mendengar perintah Allah Ta’ala untuk melakukan sujud dan
menghormati kepada Adam, maka Malaikat bergegas untuk memenuhi
perintah itu, hanya Iblis sajalah yang enggan
dan sombong, tidak mau sujud dan
menghormati kepada Nabi Adam a.s.
Dikala Allah Ta’ala melihat iblis tidak mau tunduk dan sujud, maka Allah
Ta’ala bertanya kepadanya : “Apakah yang menyebabkan dan
menghalang-halangi sehingga kamu tidak memberi hormat sekaligus tunduk kepada
Adam?” {Pertanyaan Allah kepada iblis ini, bukan
berarti Allah tidak mengetahui akan isi hati iblis itu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui yang nyata dan yang tersembunyi}.
Dengan adanya pertanyaan Allah
tersebut, iblis memberi jawabannya : Yang menyebabkan aku tidak mau menghormati,
sujud, dan tunduk kepada Adam, adalah karena diriku itu lebih mulia lebih terhormat,
diriku terbuat dari api, sedangkan Adam itu dibuat dari tanah liat yang busuk
baunya, mengapa aku harus menghormati kepadanya ?
Dengan ucapan iblis yang sangat durhaka itu, lalu Allah Ta’ala berfirman :
“Turunlah kamu sekarang juga dari
syurga ini, karena syurga ini tidak layak dan tidak pantas untuk ditempati
orang yang menyombongkan dirinya, dan sesungguhnya engkau termasuk orang-orang
yang hina dina”.
Lalu iblis berkata lagi kepada Tuhan : Baiklah, kami diusir dari syurga
ini, tapi berilah aku tangguh, panjangkanlah umurku dan anak keturunan ku
sampai hari kiamat’
Permintaan iblis tersebut dikabulkan Allah Ta’ala, ia dan keturunannya diberi hidup sampai hari
kiamat. Tujuan permintaan iblis berumur
panjang untuk semata-mata kerena benci dan dengki kepada Adam, maka dari itu mulai sekarang aku
akan menggoda dan mengajak serta menghalang-halangi dari jalan yang benar {tha’at kepada Allah Ta’ala}.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an :
“Qaala maa mana’aka alla tasjuda idz-amartuka,
qaala ana khaiyrun minhu khalaq-tani minn-narin wakhalaq-tahu min-thiynin.{12} Qaala fahbith minhaa famaa yakuunu laka an-tatakab-bara fiyhaa fakh-ruj innaka minalsh-shaaghi-riyna.{13} Qaala anzhirni ilaa yawmi yub’atsuna.{14} Qaala innaka minal munzhariyna,{15} Qaala fabimaa
arghway-tani la-aq’udanna lahum shiraa-
thakal-mustaqiyma.{16} Tsumma
la-ati-yannahumm-minm-bayni aydiyhim wamin khalfihim wa’an aymaa-nihim wa’an
syamaa ilihim, wala tajidu ak-tsara-hum syaakiriyna.{17} Qaala akhruj minhaa madz-uumanm-mad
hhuranl-laman tabi’aka minhum la-amla-anna jahannama minkum ajma’iyna”.{18}
“Allah berfirman : “Apakah yang mnghalangimu bersujud {kepada Adam} di waktu
Aku menyuruhmu ?” Menjawab iblis : Saya lebih baik daripadanya : Engkau
ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.{12} “Allah berfirman : “Turunlah kamu dari syurga itu ; karena kamu tidak
sepatutnya menyombongkan diri didalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk
orang-orang yang hina”.{13} “Iblis mnjawab : “Beri tangguhlah saya sampai mereka
dibangkitkan”.{14} “Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu termasuk yang
diberi tangguh”.{15} “Iblis menjawab :”Karena Engkau telah menghukum saya
tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus”.{16} “Kemudian saya akan datangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan
dan dari kiri. Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan mereka bersyukur {kepada
Engkau}”.{17} “Allah berfirman : “Keluarlah kamu dari syurga itu
sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa diantara mereka
mengikuti kamu benar-benar Aku akan mengisi neraka jahannam dengan kamu
semuanya”.{18}
{QS, Al-A’raaf. 12-18}.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar