Jumat, 06 April 2012

Perkataan Malaikat.

                                                                                           
                                                                           
                                                       Islam  dan  Para  NabiNya   
Perkataan Malaikat kepada Nabi Adam a.s.
Tidaklah benar apa yang dikatakan oleh malaikat, bahwa seluruhnya manusia dimuka bumi itu akan selalu membuat kerusakan, keonaran dan berbunuh-bunuhan antara golongan yang satu dengan golongan lainnya.  Allah Ta’ala telah mengetahui bahwa tidaklah semuanya manusia  itu suka bersengketa, dan bunuh-bunuhan serta menumpahkan darah.
Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu, dari perkara yang  paling kecil maupun yang besar,  karena Dia yang menjadikan dan menentukan akhirnya. Apa saja yang  Allah Ta’ala ciptakan dan perbuat tidak satupun yang menjadi sia-sia.  Hanya ciptaannya (manusia) itu sendiri yang tidak atau belum mengetahuinya, itulah renungan dari malaikat sesudah mendengar jawaban  Allah Ta’ala  yang sangat berma’na.
Setelah sempurna kejadian manusia (Adam), lengkap dengan daging dan tulang- belulangnya,  setelah  Allah Ta’ala tiupkan  Ruh kedalam bentuk (diri) Adam,  maka  Allah Ta’ala  memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk menghormati dan sujud  kepada Adam tersebut.  Sujud dan penghormatan disini bukanlah berarti mnyembah Adam akan tetapi menghormati dan memuliakan.  Menghormati dan memuliakan Adam, tidak dapat diartikan menghormati manusia atau anak cucu Adam.  Tidak lama kemudian, bersujudlah  semua  para  malaikat  kepada  Adam,  dengan  penuh  tawadhu’  dan  merendahkan diri.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala didalam Al-Qur’an :
“Idz qaala rabbuka lilmalaa-ikahti inni khaliqun basyaranm-minthiynin. Faidzaa saw-waiytuhu, wanafakhtu fiyhi minr-ruu-hhi faqa-‘uu lahu saajidiyna. Fasajadal-malaa-ikahtu kulluhum ajma-‘uuna”.
“{Ingatlah} ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh {ciptaan} Ku ; maka hendaklah kamu tertunduk  sujud  kepadanya”.  “Lalu  seluruh  malaikat-malaikat  itu  sujud semuanya”. {QS. Shaad. 71-73}.
 Kedudukan Adam sebagai Nabi.
Sebagai bekal untuk hidub didunia (bumi) sekaligus merupakan pemuliaan Allah terhadapnya, maka  Allah Ta’ala mengajarkan kepada Nabi Adam a.s. bermacam-macam pengetahuan.  Yang mana hal ini adalah merupakan kelebihan Nabi Adam a.s. dari pada malaikat.  Malaikat sendiri yang diciptakan sebelum Adam a.s.  tidak diberi tahu tentang hal nama-nama benda yang disekelilingnya tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala didalam Al-Qur’an :
“Dan Dia {Allah} mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebut-kanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar !”.  Merka menjawab “Maha Suci Engkau,  tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami ; sesungguhnya  Enkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
{QS. Al-Baqarah. 31-32}.
Iblis menolak perintah untuk menghormati Adam.
Dikala mendengar perintah Allah Ta’ala untuk melakukan sujud dan menghormati kepada Adam, maka Malaikat bergegas untuk memenuhi perintah itu,  hanya Iblis sajalah yang enggan dan sombong, tidak mau sujud dan menghormati kepada Nabi Adam a.s.
Dikala Allah Ta’ala melihat iblis tidak mau tunduk dan sujud,  maka Allah Ta’ala bertanya kepadanya : “Apakah yang menyebabkan dan menghalang-halangi sehingga kamu tidak memberi hormat sekaligus tunduk kepada Adam?”  {Pertanyaan Allah kepada iblis ini, bukan berarti Allah tidak mengetahui akan isi hati iblis itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang nyata dan yang tersembunyi}.
Dengan adanya pertanyaan Allah tersebut, iblis memberi jawabannya : Yang menyebabkan aku tidak mau menghormati, sujud, dan tunduk kepada Adam, adalah karena diriku itu lebih mulia lebih terhormat, diriku terbuat dari api, sedangkan Adam itu dibuat dari tanah liat yang busuk baunya, mengapa aku harus menghormati kepadanya ?
Dengan ucapan iblis yang  sangat durhaka itu, lalu Allah Ta’ala berfirman :
“Turunlah kamu sekarang juga dari syurga ini, karena syurga ini tidak layak dan tidak pantas untuk ditempati orang yang menyombongkan dirinya, dan sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina dina”.
Lalu iblis berkata lagi kepada Tuhan : Baiklah,  kami diusir dari syurga ini, tapi berilah aku tangguh, panjangkanlah umurku dan anak keturunan ku sampai hari kiamat’
Permintaan iblis tersebut dikabulkan Allah Ta’ala,  ia dan keturunannya diberi hidup sampai hari kiamat. Tujuan permintaan iblis berumur panjang untuk  semata-mata kerena benci dan dengki kepada Adam, maka dari itu mulai sekarang aku akan menggoda dan mengajak serta menghalang-halangi dari jalan yang benar {tha’at kepada Allah Ta’ala}.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an :
“Qaala maa mana’aka alla tasjuda idz-amartuka, qaala ana khaiyrun minhu khalaq-tani minn-narin wakhalaq-tahu min-thiynin.{12} Qaala fahbith minhaa famaa yakuunu laka an-tatakab-bara fiyhaa fakh-ruj  innaka minalsh-shaaghi-riyna.{13} Qaala anzhirni ilaa yawmi yub’atsuna.{14} Qaala innaka minal munzhariyna,{15} Qaala fabimaa arghway-tani  la-aq’udanna lahum shiraa- thakal-mustaqiyma.{16} Tsumma la-ati-yannahumm-minm-bayni aydiyhim wamin khalfihim wa’an aymaa-nihim wa’an syamaa ilihim, wala tajidu ak-tsara-hum syaakiriyna.{17} Qaala akhruj minhaa madz-uumanm-mad hhuranl-laman tabi’aka minhum la-amla-anna jahannama minkum ajma’iyna”.{18}
“Allah berfirman : “Apakah yang mnghalangimu bersujud {kepada Adam} di waktu Aku menyuruhmu ?” Menjawab iblis : Saya lebih baik daripadanya : Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.{12} “Allah berfirman : “Turunlah kamu dari syurga itu ; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri didalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.{13} “Iblis mnjawab : “Beri tangguhlah saya sampai mereka dibangkitkan”.{14} “Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi tangguh”.{15} “Iblis menjawab :”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus”.{16} “Kemudian saya akan datangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri. Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan mereka bersyukur {kepada Engkau}”.{17} “Allah berfirman : “Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa diantara mereka mengikuti kamu benar-benar Aku akan mengisi neraka jahannam dengan kamu semuanya”.{18}
                   {QS, Al-A’raaf. 12-18}.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar