Islam dan Para NabiNya
Penciptaan Hawa sebagai pendamping Adam.
Semenjak Allah
Ta’ala menyuruh pergi iblis dari
syurga maka Adam tiada yang dapat
diajak berbicara. Keadaan yang demikian
telah diketahui oleh Allah Ta’ala, bahwa
kehidupan Adam setiap harinya selalu
kesepian. Kemudian Allah Ta’ala membuatnya Adam
tertidur lelap, maka dalam tidurnya Allah
Ta’ala mengambil satu tulang rusuk kirinya, diganti dengan daging,
yang selanjutnya terciptalah Hawa.
Setelah Adam
terbangun dari tidurnya, Ia terperanjat karena disebelah kepalanya ada seorang
perempuan cantik, menawan yang belum diketahui sebelumnya. Dengan penuh keheranan, dan disertai dengan
keadaan gemetaran, Adam bertanya : “Siapa engkau ini” ? “Aku
adalah seorang wanita yang sengaja dijadikan oleh Allah Ta’ala untuk menemanimu
dalam kesepian”.
Dengan kedatangan Hawa
itu, maka para malaikat sama bertanya kepada Adam
! “Siapakah manusia itu ? “Ini adalah Hawa, seorang perempuan yang menjadi pendampingku. Dan Adam dan Hawa inilah bermula hal ikhwal
kejadian manusia dijagad raya ini.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala
didalam Al-Qur’an :
“Yaa ay-yuhanna sut-taquw
rabbakumul-ladziy khalaqakum-minn-nafsin waa hhidatin wa khalaqa minhaa djaw
jihaa wabats-tsa minhumaa rijalan kasyiyran wanisaa-an, Wat-tuqallahal-ladziy
tasaa-aluwnabihi, wal-arhhama, innallaha kana ‘alaykum raqiyban”.
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya. Allah menciptakan isterinya ; dan dari pada
keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan
yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
kerabat. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nisaa’. 1).
“Huwalladziy khaqakumm-minn-nafsin
waa-hhidatin waja’ala minhaa djawjaha liyaskuna ilayhaa”....
“Dialah Yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya
Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya”...
(QS. Al A’Raaf. 189).
Adam dan Hawa bertempat di Syurga.
Ketika Adam
sudah mendapatkan pendamping yang setia, sudah lengkaplah rasanya kehidupan
ini. Maka selanjutnya Allah Ta’ala memerintahkan kepada keduanya (Adam dan Hawa) untuk menempati syurga,
yang mana didalamnya disediakan
beraneka macam buah-buahan yang sangat manis dan lezat. Buah-buahan yang ada didalam syurga itu semua
boleh dimakan Adam dan Hawa, hanya saja
sebuah pohon yang dilarang oleh Allah
Ta’ala untuk mendekati. Bahkan Allah Ta’ala memberi peringatan yang
sangat keras, apabila sampai nanti akan
memakan buah tersebut itu, yaitu akan menjadi orang yang tersesat dan melanggar
larangan Allah Ta’ala.
Dan Iblis mengetahui
akan apa yang dikatakan Allah
Ta’ala kepada Adam dan Hawa, dan sebagai orang yang terusir, Ia tidak rela
hati, dendam kepadanya, dan akhirnya iblis
mulai mengatur siasat dan cara untuk dapat menggoda Adam agar mengambil buah yang telah dilarang Allah Ta’ala. Dengan berbekal kepada kata-kata manis dan tipu
daya, iblis mulai menghadap kepada Adam dan Hawa untuk membuat sesuatu
perhitungan.
Selanjutnya Iblis berkata kepada
Adam dan Hawa : “Hai Adam,
aku datang kemari hanya untuk memberi
khabar gembira kepada kalian berdua,
yaitu bahwa Allah Ta’ala melarang
kalian tidak boleh memakan buah ini melainkan hanyalah supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat, dan tidak
kekal di syurga ini yang penuh keni’matan itu.
Dan aku ini
bersumpah di- hadapan kalian hanya
sebagai orang yang
menjadi nasehat terhadap
kalian berdua”.
Sebagaimana
firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an
: “Wayaa–adamus-kun anta wadjaw jukal-jannata
fakulaa min hhaytsu
syiktumaa walaa taqrabaa
haadzihisy-syajarata
fatakuwnaa minazh-zhaalimiyna”.{19} “Fawaswasa lahumaasy-syaythaanu liyubdiya
lahumaa maawu riya ‘anhumaa min saw-aatihimaa wa qaalaa maa nahaakumaa
rabbukumaa
‘anhaadzihisy-syajarati illaa antakuw
naa-malakayni awtakuw naa-minalkhaalidiyna”.{20} “Waqaa
samahumaa inni lakumaa
laminan-nashihhiyna”.{21}.
“{Dan Allah berfirman} : “Hai Adam
tinggallah kamu dan isterimu
didalam syurga serta
makanlah {buah-buahan}
dimana saja kamu
sukai, dan janganlah kamu
mendekati pohon ini,
lalu kamu termasuk orang-orang
yang dzalim. Maka syaithan
membisikan {fikiran jahat} kepada keduanya untuk menampakan
kepada mereka apa yang tertutup
dari {tubuh} mereka yaitu auratnya dan
syaithan berkata : “Tuhanmu tidak
melarangmu dari mendekati
pohon ini, melainkan supaya
kamu berdua tidak
menjadi malaikat atau
tidak menjadi orang-orang
yang kekal {dalam
syurga}. “Dan syaithan
bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya aku termasuk
orang yang memberi
nasehat bagimu”. {QS. Al A’raaf. 19-21}.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar